well… mari kita mulai “nyampah”….

malam ini kenapa susah tidur ya? padahal beberapa bulan terakhir ini saya sudah tidak bermasalah lagi dengan yang namanya tidur. Apa karena tadi tidur siangnya telat (okay… tadi saya tidur siangnya pukul 16.00 WITA, helooo, itu mah tidur sore,hehehe :P) atau karena stress mikir UKDI (oh no….. 😥).

Setelah guling sana guling sini (kayaknya tadi itu guling kanan, guling kiri 😆) akhirnya saya putuskan untuk beranjak dari tempat tidur terus olahraga sampai keringatan 😎 dan berakhir di depan lappy (memutuskan membuat postingan baru)….

Atau karena “penyakit hati” ec. virus merah jambu???  (sepertinya iya 😳), dan sepertinya (lagi) saya brokenheart?? (lagi2 sepertinya iya 😥).

mungkin jauh di lubuk hati terdalam…(prikitiuw… 😛) saya merasakan seperti ini… 😥

but [!]

i’d take my fate in my own hands

i wouldn’t let some guy drag me down [!]

see? i’m okay, karena saya tidak akan membiarkan semuanya kacau hanya karena si “virus merah jambu” berkolaborasi dengan hati, telah salah men“jatuhkan cinta”nya… 😛

padahal harap-harapnya bisa happy ending kek video berikut 😎

sebenarnya waktu pertama kali tahu “kenyataannya” i’m shock 😯 and then i’m cry 😥 , karena di saat saya berpikir telah menemukan (sebelum2nya sdh mencoba, tapi tidak terpikir untuk menjalani hubungan serius) “penggantinya”, ternyata….. 😥

tarik napas dalam-dalam anci….. take a deep breath…. Ya, hembuskan….

tapi hanya sebentar , setelah baca quote ini :

Somewhere, right now, someone is thinking of you. Your smile could be the sunshine in their lives. Your presence could mean the whole world to them. Your love could be what is keeping them going in life. So, when you feel sad and lonely, remember you could be the whole universe to someone else. So cheer up, and make someone else’s day better. And always keep the LORD in your heart… –unknown–

Kata-kata yang bagus bukan? 🙂

Memang betul… buat apa bersedih hanya karena masalah yang ditimbulkan si “virus merah jambu”? dunia tidak selebar daun kelor (masih banyak yang lainnya…), terlebih lagi kata2 terakhir dari quote tersebut “always keep the LORD in your heart” bikin malu hati sendiri, malu pada Tuhan, malu karena telah mencintai makhluk ciptaanNya yg belum halal untukku, astagfirullah… 😦

Lagipula, saya tidak ingin merusak hubungan pertemanan yang ada antara kami (psssttt, i’m in love with my best friend, katanya Jason Mraz :P).

Oia, membaca note berikut ini juga sedikit banyak membantu menyembuhkan komplikasi yg ditimbulkan si “virus merah jambu”

KETIKA AKHWAT JATUH CINTA

Akhwat Jatuh Cinta?? Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia… Bukankah cinta adalah fitrah manusia??? Tak pantaskah akhwat jatuh cinta??? Mereka juga punya hati dan rasa…

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada…

Namun sebaliknya…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta… Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap… Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi… Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya… Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu… Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai… Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah… Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta… Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut… Tak ada kata-kata cinta dan rayuan… Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh… Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya… Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan… Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta… Karena yang ada adalah penderitaan…

Tapi ukhti… Bersabarlah… Jadikan ini ujian dari Rabbmu…

Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap…

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya… Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya… Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu… Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya… Maka yakinlah… Semuanya akan baik-baik saja… Semua Akan Indah Pada Waktunya…

By: Ummu Sa’ad ‘Aztriana’

so… the conclusion is… you choose her, i’m all glued back together now. I make no apologies for how. I choose to repair what you broke… ❗

bcoz, the most important thing to me is REALITY, and it’s so much more interesting than living happily ever after 😉

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
Hidup hanya bagaimana kita memilih dan menyikapinya – pilih berbahagia atau mengeluh.

ps : dia teman yang baik, entahlah saya benar2 suka, atau kagum, entahlah…biar waktu yang menjawab semuanya.

–dkamar kostanku, pukul 01.47 WITA, tragisnya saya belum mengantuk juga 😡 —

Advertisements